Coba tengok hati yang rapuh
ini...
Yang rapuh karena engkau goreskan
luka sebersit kaca
Yang engkau basuh dengan air asam
Yang engkau balut dengan rasa
acuh
Coba rasakan...
Perih dan sakitnya luka itu
Ketika hati ini butuh perhatian,
dan engkau acuhkan begitu saja
Engkau yang pergi begitu saja
Meninggalkan sejuta tawa, tangis,
canda dan bahagia
Lalu engkau tukar sekejap saja
dengan rasa kecewa itu
Dimana nurani tulusmu?
Melihat jutaan orang menangis,
merelakan air matanya terjatuh untuk mu?
Dimana hati yang dulu bersimpati?
Yang dulu mengatakan “Jangan
Sia-Siakan Air Matamu Itu..”
Ku mohon, jangan buat rasa kecewa
itu bertambah dan lebih dalam padamu
Ku mohon, jadilah dirimu yang
dulu, walau kini kau tak bersama mereka
Mereka..
Sahabat yang bersedia ada saat
kau terjatuh dan saat kau mampu berjalan tegak
Sahabat yang rela melepasmu untuk
mengejar impian dan harapan lain dihidup mu